Extended aeration merupakan salah satu metode pengolahan air limbah secara biologis yang paling banyak digunakan untuk limbah domestik. Metode ini merupakan pengembangan dari proses activated sludge konvensional dengan waktu aerasi yang lebih panjang.
Prinsip kerjanya sederhana: mikroorganisme aerob (bakteri baik) dalam tangki aerasi mengurai polutan organik dalam air limbah dengan bantuan oksigen yang disuplai melalui diffuser atau surface aerator. Waktu tinggal yang lebih panjang (18-36 jam vs 4-8 jam pada sistem konvensional) memungkinkan degradasi polutan yang lebih sempurna.
Kelebihan utama extended aeration: (1) Produksi lumpur lebih sedikit karena sel mikroorganisme juga terurai selama aerasi panjang, (2) Tahan terhadap fluktuasi beban limbah, (3) Operasi lebih stabil dan mudah, (4) Efisiensi removal BOD hingga 90-95%, (5) Cocok untuk kapasitas kecil hingga menengah.
Produk Toyo-Clear dari Toyotec menggunakan teknologi extended aeration dengan media aerasi PVC permukaan tinggi untuk meningkatkan transfer oksigen dan biomassa. Hasilnya, instalasi lebih kompak namun tetap efisien. Tersedia dalam 9 model dari kapasitas 10 hingga 200 m³/hari.
Kombinasi extended aeration dengan komponen tambahan seperti sand filter dan carbon filter memungkinkan air olahan digunakan kembali (recycle) untuk keperluan non-konsumsi seperti irigasi dan flushing — solusi hemat air yang semakin relevan di kawasan dengan keterbatasan sumber air bersih.